Berwisata dengan Travel Agent, Pilih “Online” atau “Offline”?

JAKARTA, KOMPAS.com – Liburan dengan berwisata ke luar kota maupun luar negeri kini ibarat menjadi kebutuhan bagi sebagian masyarakat. Banyaknya destinasi serta promo tiket yang ditawarkan membuat masyarakat menjadi semakin mudah untuk berlibur.

“Rata-rata ekonomi masyarakat Indonesia itu naik. Otomatis banyak dari mereka yang tiap tahun itu liburan,” ujar CEO dan Founder Ezytravel Eric Tjetjep kepada KompasTravel, di Jakarta, Kamis (23/4/2015).

Eric menjelaskan kegemaran masyarakat terhadap berwisata ini juga berdampak pada bisnis agen perjalanan. Menurutnya, jasa agen perjalanan kian digemari masyarakat untuk merencanakan liburan mereka, khususnya agen perjalanan online (OTA/online travel agent). Sebab, lanjutnya, agen perjalanan online dipandang mampu memberikan waktu yang relatif lebih cepat. Sehingga, agen perjalanan online semakin menjamur di masyarakat.

“Perkembangannya (agen perjalanan online) sangat bagus. Bulan Maret kemarin visitor website kita itu 40.000, sekarang 50.000. Customer itu lebih cenderung ke instan dan cari harga yang lebih murah,” lanjut Eric.

Dengan format one stop shopping, kehadiran agen perjalanan online semakin mempermudah masyarakat dalam mencari kebutuhan wisata mereka, mulai dari tiket, penginapan, paket wisata, hingga asuransi perjalanan. “Online itu praktis, diakses di mana saja bisa. Kalau offline kan mereka harus datang ke kantor,” kata Eric.

Meski begitu, Eric mengakui masih ada beberapa hal yang membuat agen perjalanan offline atau agen perjalanan konvensional, lebih unggul dibanding agen perjalanan online. Penawaran paket wisata dan layanan pengurusan dokumen perjalanan seperti visa menurut Eric lebih unggul dilakukan oleh agen perjalanan konvensional.

“Tapi untuk prospek ke depannya, online bagus sih,” tutup Eric.

(diambil dari travel.kompas.com)

468 ad